Kamis, 29 Juli 2010

TEKNIK-TEKNIK MEMAHAMI PERKEMBANGAN ANAK

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu tugas sekolah adalah memberikan pengajaran kepada anak didik. Mereka harus memperoleh kecakapan dan pengetahuan sekolah, disamping mengembangkan pribadinya. Pemberian kecakapan dan pengetahuan kepada murid- murid yang merupakan proses pengajaran (proses belajar mengjar) itu dilakukan oleh guru di sekolah dengan cara- cara atau metode- metode.
Sebagai guru atau pendidik kita harus mempunyai pengetahuan, kreatifitas juga wawasan yang luas untuk memahami peserta didiknya.. Selain itu kita harus mengerti psikokologi anak, kemampuan anak, kelemahan anak dan keinginan anak yang mempunyai bakat tertentu tetapi bakatnya terpendam.

Untuk itu kita harus mengetahui tingkat kemampuan dan perkembangan peserta didik kita. Salah satunya caranya adalah dengan tes. Tes yang digunakan bisa bermacam-macam sesuai dengan kemampuan dan minat peserta didik.

Selain itu, tes bisa membantu kita untuk dapat mengetahui kemampuan juga kelemahan peserta didik yang menjadi masalah dalam kehidupannya. Untuk itu kita akan membahas sedikit mengenai teknik-teknik memahami anak atau peserta didik.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Pengertian Perkembangan Fisik (Motorik)

2. Pengertian Perkembangan Emosi

3. Pengertian Perkembangan Kognitif

4. Pengertian Perkembangan Psikososial

  1. Pengertian dan macam-macam teknik-teknik tes!
  2. Pengertian non-tes dan jenis-jenisnya!
  3. Bagaimana cara mengetahui kemampuan, bakat, permasalahan yang dihadapi siswa!

1.3 Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui dan memahami pengertian Perkembangan Fisik (Motorik)

2. Mengetahui dan memahami pengertian Perkembangan Emosi

3. Mengetahui dan memahami pengertian Perkembangan Kognitif

4. Mengetahui dan memahami pengertian Psikososial

  1. Mengetahui dan memahami pengertian dan macam-macam teknik-teknik tes.
  2. Mengetahui dan dapat menguraikan pengertian dan jenis-jenis non-tes.
  3. Dapat mengetahui juga mengungkap kemampuan, bakat juga membantu siswa dalam menhadapi permasalahannya.

BAB II

TEKNIK-TEKNIK MEMAHAMI PERKEMBANGAN ANAK

Perkembangan anak merupakan segala perubahan yang terjadi pada usia anak, yaitu pada masa:

  • Infancy toddlerhood (usia 0-3 tahun)
  • Early childhood (usia 3-6 tahun)
  • Middle childhood (usia 6-11 tahun)

Perubahan yang terjadi pada diri anak tersebut meliputi perubahan pada aspek berikut:

  • fisik (motorik)
  • emosi
  • kognitif
  • psikososial

Aspek-aspek perkembangan anak

  1. Perkembangan Fisik (Motorik)
    Perkembangan fisik (motorik) merupakan proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Setiap gerakan yang dilakukan anak merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak.
    Perkembangan fisik (motorik) meliputi perkembangan motorik kasar dan motorik halus.
    • Perkembangan motorik kasar
      Kemampuan anak untuk duduk, berlari, dan melompat termasuk contoh perkembangan motorik kasar. Otot-otot besar dan sebagian atau seluruh anggota tubuh digunakan oleh anak untuk melakukan gerakan tubuh.
      Perkembangan motorik kasar dipengaruhi oleh proses kematangan anak. Karena proses kematangan setiap anak berbeda, maka laju perkembangan seorang anak bisa saja berbeda dengan anak lainnya.
    • Perkembangan motorik halus
      Adapun perkembangan motorik halus merupakan perkembangan gerakan anak yang menggunakan otot-otot kecil atau sebagian anggota tubuh tertentu.

      Perkembangan pada aspek ini dipengaruhi oleh kesempatan anak untuk belajar dan berlatih. Kemampuan menulis, menggunting, dan menyusun balok termasuk contoh gerakan motorik halus.
  2. Perkembangan Emosi
    Perkembangan pada aspek ini meliputi kemampuan anak untuk mencintai; merasa nyaman, berani, gembira, takut, dan marah; serta bentuk-bentuk emosi lainnya. Pada aspek ini, anak sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan orangtua dan orang-orang di sekitarnya.

    Emosi yang berkembang akan sesuai dengan impuls emosi yang diterimanya. Misalnya, jika anak mendapatkan curahan kasih sayang, mereka akan belajar untuk menyayangi.
  3. Perkembangan Kognitif
    Pada aspek koginitif,
    perkembangan anak nampak pada kemampuannya dalam menerima, mengolah, dan memahami informasi-informasi yang sampai kepadanya. Kemampuan kognitif berkaitan dengan perkembangan berbahasa (bahasa lisan maupun isyarat), memahami kata, dan berbicara.

4. Perkembangan Psikososial
Aspek psikososial berkaitan dengan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Misalnya, kemampuan anak untuk menyapa dan bermain bersama teman-teman sebayanya.
Dengan mengetahui aspek-aspek perkembangan anak, orangtua dan pendidik bisa merancang dan memberikan rangsangan serta latihan agar keempat aspek tersebut berkembang secara seimbang.

Rangsangan atau latihan tidak bisa terfokus hanya pada satu atau sebagian aspek. Tentunya, rangsangan dan latihan tersebut diberikan dengan tetap memerhatikan kesiapan anak, bukan dengan paksaan.

5. Teknik Tes

Teknik tes atau sistem testing merupakan usaha pemahaman murid dengan menggunakan alat-alat yang bersifat mengungkap atau mengetahui karakter peseta didik. Sedangkan tes adalah sebagai suatu prosedur yang sistematis untuk mengobservasi (mengamati) tingkah laku individu melalui skala angka atau sistem kategori. Selain itu tes mengandung pengertian alat untuk menentukan atau menguji sesuatu.

Penggunaan teknik dari tes bertujuan untuk:

  1. Menilai kemampuan belajar murid
  2. Memberikan bimbingan belajar kepada murid
  3. Mengecek kemampuan belajar
  4. Memahami kesulitan-kesulitan belajar
  5. Menilai efektivitas (keberhasilan) mengajar (Shertzer & Stone; 1971:235)

Berdasarkan atas aspek yang diukur, tes dibedakan atas:

  1. Tes intelegensi
  2. Tes bakat
  3. Tes kepribadian
  4. Tes prestasi belajar

Agar lebih jelas untuk itu kita akan membahas satu persatu makna dari tes tersebut

5.1 Tes Intelegensi

Yaitu suatu teknik atau alat yang digunakan untuk mengungkapkan tarap kemampuan dasar seseorang yaitu kemampuan dalam berpikir, bertindak dan menyesuaikan dirinya secara efektif.

Macam-macam tes intelegensi

1). Tes intelegensi umum, bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang taraf kemampuan seseorang.

2). Tes intelegensi khusus, menggambarkan taraf kemampuan seseorang secara spesifik.

3). Tes intelegensi differensial, memberikan gambaran tentang kemampuan seseorang dalam berbagai bidang yang memungkinkan didapatnya profil kemempuan tersebut.

Manfaat tes intelegensi

a). menganalisis berbagai masalah yang dialami murid

b). membantu memahami sebab terjadinya masalah

c). membantu memahami murid yang mempunyai kemampuan yang tinggi juga yang rendah

d). menafsirkan kesulitan-kesulitan belajar yang dihadapi siswa

5.2 Tes Bakat

Yaitu suatu teknik atau alat yang digunakan untuk mengetahui kecakapan, kemampuan atau keterampilan seseorang dalam bidang tertentu. Tes bakat berguna untuk membantu seseorang dalam membuat rencana dan keputusan yang bijaksana berkenaan dengan pendidikan dan pekerjaan.

Untuk mengetahui bakat seseorang, telah dikembangkan berbagai macam tes seperti:

1). Rekonik, tes ini mengukur fungsi motorik, persepsi dan berpikir mekanis.

2). Tes bakat musik, tes yang mengukur kemampuan dalam aspek-aspek nada, suara, ritme, warna bunyi dan memori.

3). Tes bakat artistik, yaitu kemampuan menggambar, melikis dan meripa.

4). Tes bakat krelikal (perkantoran), yaitu tes mengukur kecepatan dan ketelitian.

5). Tes bakat multifaktor, tes yang mengukur berbagai kemampuan khusus.

Tes ini mengukur beberapa kemampuan khusus diantaranya yaitu:

a) Berpikir verbal, yang memngungkapkan kemampuan nalar secara verbal.

b) Kemampuan bilangan, kemampuan berpikir yang menggunakan angka-angka.

c) Berpikir abstrak, kemampuan berpikir dengan nalar yang bersifat nonverbal tanpa angka-angka.

d) Berpikir mekanik, kemempuan serta pemahaman mengenai huku-hukum yang mendasari alat-alat, mesin-mesin, dan gerakan-gerakan.

5.3 Tes Kepribadian

Yaitu suatu tes untuk mengetahui kepribadian seseorang yang terorganisasi secara dinamis dan sistem-sistem psikologis dalam sisi individu yang menentukan penyesuaian-penyesuain yang unik dengan lingkungan.

Kepribadian dapat diukur dengan jalan melihat:

1) Apa yang seseorang katakan tentang keadaan dirinya sendiri.

2) Apa yang orang lain katakan tentang keadaan diri seseorang.

3) Apa yang seseorang lakukan dalam situasi tertentu.

5.4 Tes Prestasi Belajar

Yaitu suatu alat (tes) yang disusun untuk mengukur hasil-hasil pengajaran. Tujuan utama penggunaan tes prestasi belajar adalah agar guru dapat membuat keputusan-keputusan seleksi dan klasifikasi serta menentukan keefektifan pengajaran.

Tes ini meliputi:

1). Tes diagnostik,yang dirancang agar guru dapat mengetahui letak kesulitan murid, terutama dalam berhitung dan membaca.

2). Tes prestasi belajar kelompok yang baku.

3). Tes prestasi belajar yang disusun guru.

6. Teknik Non-tes

Teknik non-tes merupakan prosedur mengumpulkan data untuk memahami pribadi siswa pada umumnya bersifat kualitatif.

Beberapa macam teknik non-tes diantaranya yaitu:

6.1 Observasi (Pengamatan)

Yaitu teknik atau cara mengamati suatu keadaan atau suatu kegiatan (tingkah laku). Yang paling berperan disini adalah panca indra atau pengindraan terutama indra penglihatan, dan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1) Dilakukan sesuai dengan tujuan yang dirumuskan terlebih dahulu

2) Direncanakan secara sistematis

3) Hasilnya dicatat dan diolah sesuai tujuan

4) Perlu diperiksa ketelitiannya.

Teknik observasi ini dapat dikelompokan kedalam beberapa jenis yaitu:

a) Observasi sehari-hari

b) Observasi sistematis

c) Observasi partisipatif, disini pengamat ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang yang damati.

d) Observasi nonpartisifatif, disini pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang yang diamati.

6.2 Catatan Anekdot

Yaitu catatan otentik hasil observasi yang menggambarkan tingkah laku murid atau kejadian dalam situasi khusus, bisa menyangkut individu juga kelompok.

Dengan menggunakan catatan anekdot guru dapat:

a) Memperoleh pemahaman yang lebih tepat tentang perkembangan anak

b) Memperoleh pemahaman tentang sebab-sebab dari gejala tingkah laku murid

c) Memudahkan dalam menyesuaikan diri dengan murid.

Catatan anekdot yang baik memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

1) Objektif

Untuk mempertahankan objektivitas dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut:

  • catatan dibuat sendiri oleh guru
  • pencatatan dilakukan segera setelah suatu kegiatan terjadi
  • deskripsi dari suatu peristiwa dipisahkan dari tafsiran pencatatan sendiri

2) Deskriptif

Catatan suatu peristiwa mengenai murid hendaknya lengkap disertai latar belakang, percakapan dicatat secara langsung, dan kejadian-kejadian dicatat secara tersusun sesuai dengan kejadiannya.

3) Selektif

Situasi yang dicatat adalah situasi yang relevan dengan tujuan dan masalah yang sedang menjadi perhatian guru sesuai keadaan murid.

4) Wawancara

Wawancara merupakam teknik untuk mengumpulkan informasi melalui komunikasi langsung dengan responden atau orang ynag diminta informasi.

6.3 Angket

Angket (kuesioner) merupakan alat pengumpul data melalui komunikasi tidak langsuang, yaitu melalui tulisan. Angket ini berisi daftar pertanyaan yang bertujuan untuk mengumpulkan keterangan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan responden.

Beberapa petunjuk untuk menyusun angket:

a) gunakan kata-kata yang tidak mempunyai arti lengkap

b) susun kalimat sederhana tapi jelas

c) hindari kata-kata yang sulit dipahami

d) pertanyaan jangan bersifat memaksa untuk dijawab

e) hindarkan kata-kata yang negatif dan menyinggung perasaan responden.

6.4 Autobiografi

Yaitu sebuah karangan pribadi seseorang (siswa) yang murni hasil dirinya sendiri tanpa dimasuki pikiran dari orang lain, ini lebih menjurus tentang pengalaman hidup, cita-cita dan lain sebgainya.

Autobiografi bagi guru bertujuan untuk mengetahui keadaan murid yang berhubungan dengan minat, cita-cita, sikap terhadap keluarga, guru atau sekolah dan pengalaman hidupnya.

6.5 Sosiometri

Teknik ini bertujuan untuk memperoleh informasi dengan menghubungkan atau interasksi sosial diantara murid. Dengan sosiometri guru dapat mengetahui tentang:

a) murid yang populer (banyak disenangi teman).

b) murid yang terisolir (tidak dipilih/disukai teman).

c) klik (kelompok kecil, 2-3 orang murid).

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Aspek-aspek perkembangan anak antara lain :

    1. Perkembangan Fisik (Motorik)
    2. Perkembangan Emosi
    3. Perkembangan Kognitif

4. Perkembangan Psikososial
Teknik tes merupakan salah satu metode atau cara yng digunakan untuk mengukur
atau mengetahui tingkat kemampuan dan kelemahan seseorang.

Teknik tes terbagi beberapa macam diantaranya:

  1. Tes intelegensi
  2. Tes bakat
  3. Tes kepribadian
  4. Tes hasil belajar

Selain itu untuk memahami perkembangan anak sebagai peserta didik digunakan Non-tes yang merupakan proses pengumpulan data untuk memahami pribadi pada umumnya bersifat kualitatif.

Macam-macam non-tes diantaranya:

  1. Observasi
  2. Wawancara
  3. Catatan anekdot
  4. Autobiografi
  5. Sosiometri
  6. Studi khusus

Teknik-teknik tersebut bertujuan untuk membantu memberi informasi kepada guru untuk mengetahui anak yang berbakat, kemampuan tinggi, kemampuan rendah, anak bermasalah dan sebagainya.

Untuk itu kita bisa mencoba melakukan teknik tes ataupun non-tes untuk mengetahui suatu informasi yang diperlikan.

3.2 Saran

Adapun beberapa saran yang dapat kami sampaikan yaitu :

  1. Berikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan keinginannya.
  2. Lakukanlah beberapa teknik tes atau non-tes yang bisa memecahkan masalah yang dihadapi siswa.
  3. Lakukanlah secara kontinue/berkesinambungan untuk mengetahui keadaan siswa.
  4. berikanlah bimbingan juga pengarahan tambahan atau lebih kepada siswa bila diperlukan.

DAFTAR FUSTAKA

Amti, Erman & Marjohan. 1992. Bimbingan dan Konseling. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Tim Dosen MK Bidang Kependidikan. 2006. Bimbingan di Sekolah Dasar. Bandung : Tim Dosen Bimbingan Konseling UPI

Goleman, Darriel.(2000).Emitional Intelegence(terjemahan).Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Muhibbin, Syah. (2000). Psikologi Pendidikan dengan Suatu Pendekatan Baru. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar